Rabu, 25 Maret 2020

TEMA 7 : INDAHNYA KERAGAMAN NEGERIKU



MUATAN                     : IPS, IPA & SBDP
TEMA/SUBTEMA      : 7/1
PEMBELAJARAN      : 3
KELAS/SEMESTER   : IV/II
TAHUN AJARAN       : 2019/2020


1. Muatan IPS


BHINEKA TUNGGAL IKA 

Hasil gambar untuk tujuan bhineka tunggal ika

Bhineka Tunggal IKa merupakan semboyan Bangsa Indonesia dan tertulis pada lambang negara. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa kuno artinya 'Berbeda-beda tetapi tetap satu'.
Pada hakikatnya Bangsa Indonesia adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini menunjukkan persatuan dan kesatuan yang terjadi diwilayah Indonesia, dengan keberagaman penduduk Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam suku, bahasa daerah, ras, agama, dan kepercayaan, lantas tidak membuat Indonesia menjadi terpecah-belah. Melalui semboyan ini, Indonesia bisa dipersatukan dan semua keberagaman tersebut menjadi satu bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bagaimana sejarah awal mengenai Bhinneka Tunggal Ika? Berikut sejarah serta maknanya.

Sejarah Bhineka Tungggal Ika

Sebelumnya semboyan yang dijadikan semboyan resmi Negara Indonesia sangat panjang yaitu Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa. Semboyan Bhineka Tunggal Ika dikenal untuk pertama kalinya pada masa Majapahit era kepemimpinan Wisnuwardhana. Perumusan semboyan Bhineka Tunggl Ika ini dilakukan oleh Mpu Tantular dalam kitab Sutasoma. Perumuan semboyan ini pada dasarnya merupakan pernyataan kreatif dalam usaha mengatasi keanekaragaman kepercayaan dan keagamaan. Hal itu dilakukan sehubungan usaha bina Negara kerajaan Majapahit saat itu.
Semboyan Negara Indonesia ini telah memberikan nilai-nilai inspiratif terhadap system pemerintahan pada masa kemerdekaan. Bhineka Tunggal Ika pun telah menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indoesia. Dalam kitab Sutosoma, definisi Bhineka Tunggal Ika lebih ditekankan pada perbedaan dalam hal kepercayaan dan keaneragaman agama yang ada di kalangan masyarakat Majapahit.
Namun, sebagai semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia, konsep Bhineka Tunggal Ika bukan hanya perbedaan agama dan kepercayaan menjadi fokus, tetapi pengertiannya lebih luas. Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara memiliki cakupan lebih luas, seperti perbedaan suku, bangsa, budaya (adat-istiadat), beda pulau, dan tentunya agama dan kepercayaan yang menuju persatuan dan kesatuan Negara.
Seluruh perbedaan yang ada di Indonesia menuju tujuan yang satu atau sama, yaitu bangsa dan Negara Indonesia. Berbicara mengenai Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia, lambang Garuda Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika ditetapkan secara resmi menjadi bagian dari Negara Indonesia melalui Peraturan Pemerintahan Nomor 66 Tahun 1951 pada 17 Oktober 1951 dan di undang – undangkan pada 28 Oktober 1951 sebagai Lambang Negara. Usaha pada masa Majapahit maupun pada masa pemerintahan Indonesia berlandaskan pada pandangan yang sama, yaitu pandangan mengenai semangat rasa persatuan, kesatuan, dan kebersamaan sebagai modal dasar untuk menegakkan Negara. Sementara itu, semboyan “Tan Hana Darma Mangrwa” dipakai sebagai motto lambang Lembaga Pertahanan Nasional. Makna dari semboyan itu adalah “tidak ada kebenaran yang bermuka dua”.
Namun, Lemhanas kemudian mengubah semboyan tersebut menjadi yang lebih praktis dan ringkas yaitu “bertahan karena benar”. Makna “tidak ada kebenaran yang bermuka dua” sebenarnya memiliki pengertian agar hendaknya manusia senantiasa berpegang dan berlandaskan pada kebenaran yang satu. Semboyan “Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Darma Mangrwa” adalah ungkapan yang memaknai kebenaran aneka unsur kepercayaan pada Majapahit. Tdak hanya Siwa dan Budha, tetapi sejumlah aliran yang sejak awal telah dikenal terlebih dulu sebagian besar anggota masyarakat Majapahit yang memiliki sifat majemuk.
Sehubungan dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, cikal bakal dari Singasari, yakni pada masa Wisnuwardhana sang dhinarmeng ring Jajaghu (Candi Jago), semboyan tersebut dan candi Jago disempurnakan pada masa Kerajaan Majapahit. Oleh karena itu, kedua simbol tersebut lebih dikenal sebagai hasil perdaban masa Kerajaan Majapahit. Dari segi agama dan kepercayaan, masyarakat Majapahit merupakan masyarakat yang majemuk.
Selain adanya beberapa aliran agama dan kepercayaan yang berdiri sendiri, muncul juga gejala sinkretisme yang sangat menonjol antara Siwa dan Budha serta pemujaan terhadap roh leluhur. Namun, kepercayaan pribumi tetap bertahan. Bahkan, kepercayaan pribumi memiliki peranan tertinggi dan terbanyak di kalangan mayoritas masyarakat. Pada saat itu, masyarakat Majapahit terbagi menjadi beberapa golongan. Pertama, golongan orang-orang islam yang datang dari barat dan menetap di Majapahit. Kedua, golongan orang-orang China yang mayoritas berasal dari Canton, Chang-chou, dan Fukien yang kemudian bermukim di daerah Majapahit. Namun, banyak dari mereka masuk agama Islam dan ikut menyiarkan agama Islam.
Fungsi Bhineka Tunggal Ika
Hasil gambar untuk simbol pancasila
Bangsa Indonesai sudah lama hidup di dalam keaneka ragaman, tetapi hal ini tidak pernah menampilkan perseteruan antar rakyat Indonesia. Keberagaman yang ada dipakai untuk membentuk suatu Negara yang besar. Keberagaman yang terjadi baik itu di dalam segi kepercayaan, warna kulit, suku bangsa, agama, bahasa, menjadikan Bangsa Indonesia merupakan suatu bangsa yang besar dan berdaulat. Sejarah mencatat bahwasanya semua anak bangsa yang tergabung dalam berbagai macam suku turut serta memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dengan mengambil peran masing-masing.
Para tokoh bangsa yang bergerak dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sudah menyadari tantangan yang harus dihadapi oleh karena kemajemukan yang ada di dalam bangsa ini. Keberagaman menjadi sebuah realitas yang tidak bisa dihindari di dalam negeri ini. Pemikiran dan tindakan yang diperbuat tidak lain dan tidak bukan hanya untuk menunjukkan pada dunia bahwa cita-cita bangsa akan terwujud dengan keanekaragaman itu. Ke-bhinneka-an adalah sebuah hakikat realitas yang sudah ada dalam bangsa Indonesia, sedangkan ke-Tunggal-Ika-an adalah sebuah cita-cita kebangsaan. Semboyan inilah yang menjadi jembatan emas penghubung menuju pembentukan Negara berdaulat serta menunjukkan kebesarannya di mata dunia.
Konsep Bhinneka Tunggal Ika adalah sebuah semboyan yang dijadikan dasar Negara Indonesia. Oleh sebab itu, Bhinneka Tunggal Ika patut dijadikan sebagai landasan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan di dalam bangsa Indonesia. Kita sebagai generasi selanjutnya yang bisa menikmati kemerdekaan dengan mudah, haruslah bersungguh-sungguh dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kita dapat saling menghargai dengan masyarakat tanpa saling memikirkan percampuran suku bangsa, ras, agama, bahasa, dan keaneka ragaman lainnya. Tanpa adanya kesadaran di dalam diri rakyat Indonesia, maka pantaslah Indonesia akan hancur dan terpecah belah.
Tujuan Bhineka Tunggal Ika
Bhineka Tunggal Ika memiliki tujuan dalam negara yaitu:
  1. mempersatukan bangsa Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam suku, ras, agama
  2. menghambat semua konflik yang didasari atas kepentingan pribadi maupun kelompok
  3. memiliki tujuan yang sama yaitu mempertahankan kesatuan 
  4. mewujudkan cita-cita luhur bersama
  5. mewujudkan perdamaian bangsa

Perilaku yang Mencerminkan Perwujudan Persatuan dan Kesatuan dalam Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara. Penampilan perilaku yang mencerminkan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika dapat dilakukan di berbagai lingkungan kehidupan yaitu dilingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
1. Di Lingkungan Keluarga
Didalam keluarga sebagai unsur terkecil masyarakat terjadi pergaulan yang akrab dan dinamis sehingga keutuhan dan kerukunan keluarga dapat terwujud, Beberapa sikap perilaku yang perlu dikembangkan dalam keluarga untuk memajukan pergaulan demi
keutuhan dan kesatuan, misalnya :
  1. Saling mencintai sesama anggota keluarga
  2.  Mengakui keberadaan dan fungsi tiap-tiap anggota keluarga
  3. Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepa salira
  4.  Tidak memaksakan kehendak orang lain
  5. Adanya keterbukaan antar anggota keluarga
Dengan beberapa contoh pengembangan sikap prilaku seperti diatas maka kehidupan keluarga dapat berlangsung secara harmonis dan bila keluarga harmonis masyarakat juga harmonis dan selanjutnya bangsa dan negara dapat berkembang secara
harmonis dan dengan sendirinya persatuan dan kesatuan dapat terwujud sebaik-baiknya.
2. Di Lingkungan Sekolah
Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan memiliki misi khusus dalam mencapai tujuan
pendidikan nasional. Beberapa sikap perilaku yang menceminkan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika, misalnya :
  1.  Mentaati peraturan tata tertib sekolah
  2. Menghindari perselisihan maupun pertengkaran antar warga sekolah
  3. Tidak membeda-bedakan suku, ras, agama, dan antar golongan
  4. Menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar dalam bergaul antarwarga sekolah
  5. Menjaga nama baik sekolah
  6. Melaksanakan upacara bendera dengan khidmat dan disiplin
3. Di Lingkungan Masyarakat
Pengaruh lingkungan masyarakat terhadap pertumbuhan generasi muda sangat besar oleh karena itu sikap perlaku yang mencerminkan pesatuan dan kesatuan dalam kehidupan masyarakat yang ber Bhineka Tunggal Ika perlu di kembangkan, misalnya :
  1. Hidup rukun dengan semangat kekeluargaan antarwarga masyarakat
  2. Setiap warga masyaraat menyelesaikan masalah sosial secara bersama-sama
  3. Bergaul dengan sesama warga masyarakat tidak membedakan-bedakan suku, agama, ras, ataupun aliran
  4.  Menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar dalam bergaul antarsuku bangsa
  5. Mengadakan bakti sosial di lingkungan masyarakat
Sikap perilaku yang mencerminkan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan kenegaraan yang ber-Bhineka Tunggal Ika, misalnya :
  1. Mendahulukan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan
  2. Memberikan kesempatan yang sama kepada suku bangsa untuk memperkenalkan kesenian daerahnya ke daerah lainnya.
  3. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa
  4. Memberikan kesempatan yang sama kepada semua daerah untuk mengembangkan kebudayaan daerah lainnya.

Belajar IPA Materi Gaya dan Gerak Kelas IV SD/MI semester Genap


2. Muatan IPA

Memahami Pengertian Gaya

Tahukah kamu kalau dalam sehari-hari kita sering melakukan kegiatan yang berhubungan dengan gaya. Misalnya pada saat kita menendang bola, membuka dan menutup pintu, mengayun sepeda itu berarti kita sudah melakukan gaya yang berupa tarikan atau dorongan. Gerakan menarik atau mendorong yang menyebabkan benda bergerak disebut sebagai gaya. Tidak hanya itu, selain gaya dapat menyebabkan benda bergerak, gaya juga dapat merubah bentuk benda. Misalnya ketika bermain plastisin, kita suka sekali membuat bermacam-macam bentuk benda seperti yang kita inginkan dengan cara menekan-nekan plastisin. 
Gaya adalah tarikan atau dorongan pada suatu benda yang dapat merubah posisi bentuk pada benda diam menjadi bergerak.

gaya didefiniskan sebagai suatu tarikan atau dorongan yang digerakkan pada suatu benda lain. pengaruh gaya pada benda atara lain sebagai berikut:
  1. Menyebabkan perubahan kecepatan gerak benda.
  2. Menyebabkan benda diam menjadi bergerak dan sebaliknya.
  3. Mengubah arah gerak benda.
  4. Mengubah bentuk suatu benda.
sifat-sifat Gaya

  1. Gaya dapat membuat benda menjadi berubah posisi, contoh; mendorong meja, menendang bola, bermain tarik tambang, dan lain-lain.
  2. Gaya dapat membuat benda menjadi berubah bentuk, contoh: bermain plastisin, menggiling adonan krupuk, membuat bulatan bakso dan lain-lain.                     Hasil gambar untuk materi gaya dan gerak kelas 4 sd  Hasil gambar untuk materi gaya dan gerak kelas 4 sd                            Hasil gambar untuk materi gaya dan gerak kelas 4 sd                              Hasil gambar untuk materi gaya dan gerak kelas 4 sd

                                                 Hasil gambar untuk materi gaya dan gerak kelas 4 sd


Hasil gambar untuk materi gaya dan gerak kelas 4 sd Hasil gambar untuk materi gaya dan gerak kelas 4 sd

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Gaya

Benda dapat bergerak karena adanya gaya yang bekerja pada benda. Jika tidak ada gaya yang bekerja pada benda maka benda tidak dapat bergerak atau berubah kedudukannya. Beberapa faktor yang mempengaruhi gerak suatu benda adalah adanya gaya gravitasi bumi dan tarikan atau dorongan yang terjadi pada benda.

a. adanya gaya gravitasi bumi
Kamu tentu pernah melihat buah mangga yang jatuh sendiri dari pohonnya. Jatuhnya buah mangga tersebut merupakan akibat adanya gaya tarik bumi yang disebut gravitasi. Gravitasi menyebabkan benda dapat bergerak jatuh ke bawah. Apabila kita melempar bola ke atas maka bola tersebut akan kembali ke bawah karena adanya gravitasi bumi.
b. dorongan atau tarikan
Pada bagian sebelumnya telah dibahas bahwa benda dapat bergerak karena adanya gaya yang berupa tarikan atau dorongan. Ember yang terikat dengan tali yang ada di sumur tidak dapat bergerak ke atas apabila tidak ditarik. Begitu pula mobil yang mogok akan bergerak apabila ada orang yang mendorongnya. Hal ini menunjukkan bahwa tarikan dan dorongan mempengaruhi gerak benda.

Macam-Macam Gaya Dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menemukan gaya dengan jenis yang berbeda satu dan yang lainnya. Gaya tarik, gaya dorong, dan gaya gesek merupakan beberapa gaya yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Setiap gaya yang dilakukan memerlukan tenaga. Berdasarkan sumber tenaga yang diperlukan, gaya dibedakan menjadi beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Gaya Otot

Gaya otot merupakan gaya yang dihasilkan oleh tenaga otot.3 Contoh gaya otot adalah pada saat kita menarik atau mendorong meja, membawa belanjaan ibu, dan menendang bola. Karena terjadi sentuhan maka gaya ini termasuk gaya sentuh.
  • Gaya Gesek antara Dua Benda

Gaya gesek merupakan gaya yang terjadi karena bersentuhannya dua permukaan benda.4 Contoh gaya gesek adalah gaya yang bekerja pada rem sepeda. Pada saat akan berhenti, karet rem pada sepeda akan bersentuhan dengan pelek sepeda sehingga terjadi gesekan yang menyebabkan sepeda dapat berhenti ketika dilakukan pengereman. Ternyata gaya gesek yang terjadi disuatu tempat berbeda dengan gaya gesek yang terjadi di tempat lain, hal ini bergantung pada permukaan benda yang bersentuhan. Gaya gesek pada permukaan yang licin lebih kecil, sedang pada permukaan yang kasar, gaya gesek lebih besar.

  • Gaya Magnet

Gaya magnet merupakan gaya yang ditimbulkan oleh tarikan atau dorongan dari magnet.5 Contoh gaya magnet adalah, tertariknya paku ketika didekatkan dengan magnet. Benda-benda dapat tertarik oleh magnet jika masih berada dalam medan magnet.

  • Gaya Gravitasi

Gaya gravitasi merupakan gaya yang ditimbulkan oleh tarikan bumi.6 Contoh gaya gravitasi adalah jatuhnya buah dari atas pohon dengan sendirinya. Semua benda yang dilempar ke atas akan tetap kembali ke bawah karena pengaruh gravitasi bumi.

  • Gaya Listrik

Gaya listrik merupakan gaya yang terbentuk pada benda yang bermuatan listrik.7 Dengan kata lain gaya listrik terjadi karena aliran muatan listrik. Aliran muatan listrik ini ditimbulkan oleh sumber energi listrik.8 Contoh gaya listrik adalah bergeraknya kipas angin karena dihubungkan dengan sumber energi listrik. Muatan listrik dari sumber energi listrik mengalir ke kipas angin. Sehingga, kipas angin dapat bergerak.
Pengaruh Gaya Terhadap Benda 

Gaya mengakibatkan adanya perubahan pada benda. Dengan kata lain, gaya dapat mempengaruhi suatu benda. Pengaruh gaya terhadap benda adalah sebagai berikut.
Pengaruh-Gaya-Terhadap-Benda 

1. Gaya Memengaruh Gerak Benda

Dalam kehidupan sehari-hari terdapat banyak kejadian yang emnunjukan pengaruh gaya terhadap gerak suatu benda. Berikut beberapa bentuk gaya yang dapat mempengaruhi gerak benda.
2. Gaya Memengaruhi Benda Diam Menjadi Bergerak
Dalam kegiatan sehari-hari banyak sekali contoh gaya yang menyebabkan benda diam menjadi bergerak, antara lain sebagai berikut.
  1. Meja atau kursi dapat berpindah tempat jika kita dorong atau tarik.
  2. Timba yang ditarik dengan sebuah katrol yang bergerak. Jadi tanpa gaya tidak akan ada gerakan.
  3. Saat bola ditendang, berarti bola dikenai gaya. Akibatnya bola bergerak. Gaya yang mengenai bola adalah gaya otot yaitu otot kaki.
  4. Bola yang dilempar mendatar di udara bergerak mula-mula mendatar, kemudian akan bergerak turun dan jatuh. Gerakan bola mendatar disebabkan karena adanya gaya dorong dari otot tangan. Kemudian bola bergerak turun dan jatuh, karena adanya gaya gravitasi bumi. Gaya gravitasi bumi adalah gaya tarik bumi. Gaya gravitasi bumi mampu menarik benda di muka bumi, sehingga benda-benda yang bergerak di udara selalu jatuh di bumi.
  5. Mobil bergerak tanpa didorong. Mobil dapat bergerak karena mesin. Adanya gaya mesin, mobil, sepeda motor dapat melaju. Mesin dapat bergerak karena mempunyai bahan bakar sebagai sumber energi. Bahan bakar dapat berupa bensin, solar.

kesimpulan : gaya adalah dorongan atau tarikan yang dapat merubah bentuk posisi pada benda. gaya memiliki berbagai jenis yaitu gaya otot, gaya gesek, gaya magnet, gaya listrik, gaya pegas dan gaya gravitasi. gaya memiliki sifat-sifat yaitu dapat merubah bentuk benda dan posisi benda. 


3. Muatan SBDP

Mengenal  Tanda Tempo Pada Nada


Hasil gambar untuk mengenal tempo pada nada

Tempo adalah ukuran kecepatan birama lagu. sedangkan tanda tempo adalah tanda yang digunakan untuk menunjukkan cepat atau lambatnya sebuah lagu yang harus dinyanyikan. 

Tempo menjadi hal pokok dalam bermusik, jika tempo tidak tepat maka seorang penyanyi bisa saja akan menyanyi lebih cepat dari iringan musiknya. ukuran dari tempo adalah Beat. Beat merupakan ketukan yang menunjukkan banyaknya ketukan dalam satu menit. sebagai contoh apabila ada sebuah lagu dengan Beat MM 60, ini berarti dalam satu menit terdiri dari 60 ketukan. 

Tempo pada lagu biasanya ditulis diatas sebuah lagu, baik pada lagu notasi balok maupun notasi angka. Musik pada dasarnya terdiri atas ketukan-ketukan. oleh karena itu, kecepatannya dapat diukur. Alat yang dapat digunakan untuk mengukur kecepatan lagu atau banyaknya atau banyaknya hitungan dalam satu menit disebut metronome maelzel, yang sering disingkat dengan istilah M.M.

Di sekolah akan ada biasanya pertanyaan oleh guru kalian "sebutkan tiga tanda tempo beserta artinya masing-masing?" ,  "Tuliskan jenis-jenis tempo"! , "Bagaimana pengelolaan tempo lagu?", 

Tempo lagu dapat dibagi menjadi tiga  macam-macam kelompok 
1. lambat
2. sedang
3. cepat

Berikut ini istilah tanda-tanda tempo :

Tanda tempo lambat yaitu
1. grave (tanda tempo yang sangat lambat)
2. largo  (tanda tempo lambat dan agung)
3. adagio  (lambat)
4. lento (lebih lambat)

Tanda tempo sedang yaitu:
1. adante (sedang)
2. adantino (lebih cepat)
3. maestoso (agung dan mulia)
4. moderato (sedang agak cepat)

Tanda tempo cepat yaitu:
1. allegretto (agak cepat dan riang)
2. allegro (cepat)
3. vivace (lebih cepat)
4. presto (cepat sekali)

Berikut ini kita akan menyanyikan lagu daerah yang berasal dari suku Papua adalah lagu "Apuse". Lagu Apuse adalah salah satu lagu khas dari suku Papua yang memiliki tempo lagu Moderato (sedang agak cepat). "Apuse" adalah sebuah lagu daerah yang berasal dari Provinsi Papua. Lagu "Apuse" ini menceritakan tentang seorang cucu yang berpamitan kepada kakek dan neneknya. Cucu tersebut berpamitan karena hendak pergi merantau yaitu ke Teluk Doreri di Manokwari. berikut adalah lirik lagu Apuse.

Hasil gambar untuk lagu apuse menceritakan tentang


Tugas

kerjakanlah soal-soal dibawah ini dengan baik dan benar!

1. Apakah yang dimaksud dengan gaya?
2. Tuliskan macam-macam gaya beserta contohnya masing-masing!
3. Apakah yang mempengaruhi pada gaya?
4. Saat Doni menendang bolanya melambung tinggi ke atas dan bolahnya jatuh ke atas permukaan          tanah, maka hal tersebut merupakan contoh dari gaya?
5. Budi menendang bola dan Anton mendorong mobil, maka gaya yang dimiliki oleh kedua orang          tersebut adalah gaya?
6. Apakah lambang Negara Indonesia?
7. Apakah arti dari Bhineka Tunggal Ika?
8. Tuliskan contoh perilaku mencerminkan Bhineka Tunggal Ika di Sekolah!
9. Tuliskan solmisasi pada lagu "Apuse"!
10. Tuliskan 8 istilah tanda tempo!




^Kerjakanlah dengan Jujur^



                                                  ~Selamat Mengerjakan~




Tidak ada komentar:

Posting Komentar